Video Penggerebekan SPBU Paya Pasir Beredar, Muncul Dugaan Intimidasi dari Oknum TNI Diduga Suruhan Carles
Medan – Sebuah video yang diklaim sebagai rekaman saat penggerebekan di sebuah SPBU di kawasan Paya Pasir, Medan Marelan, Pasar V, mulai beredar. Dalam narasi yang berkembang, muncul dugaan adanya praktik penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta intimidasi terhadap pihak yang melakukan pengungkapan kasus.
Berdasarkan keterangan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, sebelum penggerebekan dilakukan, tim sempat memergoki sebuah mobil Mitsubishi Pajero yang diduga telah dimodifikasi dengan tangki tambahan di bagian belakang.
"Waktu sebelum penggerebekan kami sudah tangkap tangan mobil Pajero. Tidak lama kemudian datang empat orang TNI yang mengancam," ujar sumber tersebut.
Sumber itu mengklaim mobil Pajero tersebut akhirnya berhasil melarikan diri. Dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam membantu pelarian kendaraan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Setelah peristiwa tersebut, tim disebut menyusun strategi baru hingga akhirnya pada 16 Juli 2026 melakukan penggerebekan terhadap sebuah mobil Toyota Innova yang juga diduga telah dimodifikasi menggunakan tangki tambahan di bagian belakang kendaraan.
Tak hanya itu, sumber juga mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan setelah kendaraan hasil penindakan hendak diserahkan sebagai barang bukti di Polda Sumatera Utara. Menurutnya, kendaraan tersebut diduga hilang dari area parkir saat petugas sedang berada di kantin.
"Saat anggota Lidik Krimsus disuruh polisi makan di kantin, tidak lama kemudian sekitar delapan orang yang disebut berasal dari kelompok mafia Charles datang menemui anggota. Setelah itu mobil yang ditangkap sudah tidak ada lagi di parkiran," ungkap sumber.
Sumber menambahkan, mobil Pajero yang sebelumnya sempat dipergoki juga memiliki tangki modifikasi yang serupa dengan mobil Innova yang kemudian diamankan.
Lebih lanjut, ia mengklaim video terkait peristiwa tersebut sempat tidak dipublikasikan karena adanya dugaan intimidasi.
"Video itu tidak diterbitkan karena ada pengancaman dari pihak Charles," katanya.
Selain itu, beredar pula informasi yang menyebut pemilik SPBU tersebut merupakan seorang oknum jaksa. Namun hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Sumatera Utara, pengelola SPBU, maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam keterangan sumber mengenai rangkaian dugaan tersebut. Redaksi tetap berupaya memperoleh konfirmasi agar pemberitaan memenuhi asas keberimbangan sesuai prinsip jurnalistik.
Komentar (0)
Belum ada komentar.